Tanya Jawab

T?

Bagaimana menentukan jumlah keramik yang akan dipasang pada suatu ruangan ?

J.

Terlebih dahulu tentukan luas permukaan yang akan dilapisi keramik. Kebutuhan pada bagian lantai, sebaiknya menggunakan keramik lantai, sedangkan kebutuhan bagian dinding gunakan keramik dinding yang disesuaikan dengan kebutuhan luasan bidang yang akan dilapisi keramik.
Tentukan rencana / pola pemasangan secara paralel atau diagonal. Jika pemasangan secara paralel (standar), kebutuhan keramik dapat dilebihkan volumenya sampai dengan 5%, dan pemasangan secara diagonal tentunya jumlah keramik yang terbuang akan lebih banyak, sebaiknya dilebihkan hingga ± 7%. Tentukanlah tipe keramik dekoratif yang mau dipasang (jika ada) penggunaan listello, dot, corner atau panel dekoratif akan sangat menentukan jumlah keramik dasar (base tile) yang dibutuhkan.
Umumnya penghitungan jumlah keramik akan lebih presisi dengan gambar skalatis/gambar kerja. Bantuan seorang professional sangat membantu penghitungan kebutuhan keramik ini. Beberapa bagian dari area yang akan dipasang memerlukan pemotongan khusus (seperti pada sudut ruangan atau pertemuan dinding dan lantai). Pastikan jumlah keramik yang tersedia sudah diperhitungkan untuk area-area yang perlu pemotongan ini.
Untuk kebutuhan maintenance di kemudian hari, lebihkan 2 – 3 % dari total keramik terpasang dan simpan di tempat yang aman.

T?

Bagaimana cara memilih warna keramik untuk tema ruang?

J.

    1.    Bangunan bergaya etnik dapat menggunakan elemen kayu yang cukup terekspos, yaitu dengan warna keramik abu-abu, paduan putih dan krem/kuning, coklat maupun terakota.
    2.    Bangunan bergaya modern atau minimalis dengan tidak banyak menyimpan perabotan, akan sesuai dengan keramik dengan warna-warna lembut dan “tidak berteriak”, seperti warna putih atau warna semen.
    3.    Bangunan bergaya natural akan sesuai dengan keramik bermotifkan batu alam atau bambu. Tentunya hal ini akan mendukung suasana alami yang hendak ditampilkan.
    4.    Bangunan bergaya klasik akan pas dengan keramik bermotifkan seperti marmer atau granit. Jika ingin memiliki suasana anggun dan elegan akan sebaiknya tampil dengan corak seperti itu atau motif baroque.
    5.    Bangunan bergaya mediteranea akan cocok dengan keramik warna krem , coklat tanah, atau yang memiliki gradasi kedua warna itu.
    6.    Bangunan bergaya country lebih cocok menggunakan keramik bermotifkan floral atau geometri.

T?

Mengapa permukaan keramik terpasang tidak rata ?

J.

    1.    Pada umumnya pemasangan keramik yang kurang rapi (tidak rata), dikarenakan kurangnya kontrol pada kerataan lapisan pemasangan di bawah keramik, dan terinjaknya keramik pada saat pemasangan (semen atau lem keramiknya/adhesive yang belum kering).
    2.    Sebaiknya agar keramik terpasang rata, harus memperhatikan kesempurnaan pekerjaan mulai dari persiapan campuran screed (lapisan dasar untuk penempatan lem keramiknya), kerataan sebaran lem keramik sampai dengan pemasangan akhir.
    3.    Pada saat proses pemasangan, bantuan benang-benang pengarah (dengan interval setiap 2 keping keramik) akan membantu dalam memastikan kerataan pemasangan.
    4.    Saat akan menempelkan keramik ada baiknya keramik-keramik tersebut disortir terlebih dahulu, sehingga bila ditemukan keramik yang kerataannya tidak standar ataupun meragukan dapat disisihkan. Belilah selalu keramik dengan merek bereputasi & berkualitas baik, untuk meminimalkan potensi masalah yang muncul dari keramiknya.

T?

Bagaimana supaya keramik yang terpasang tidak pecah, gumpil (chipping) atau terlihat kusam?

J.

    1.    Keramik yang baru terpasang bisa rusak karena gangguan fisik atau pun kimia. Salah satunya adalah penggunaan cairan kimia pembersih keramik saat membersihkan sisa nat atau semen maupun kotoran lainnya. Sisa nat atau semen sebaiknya dibersihkan secepatnya setelah selesai pemasangan sebelum terlanjur mengeras.
    2.    Keramik pecah dapat disebabkan adanya beban kejut yang jatuh diatas keramik. Hal ini agar dihindarkan. Keramik juga rentan pecah jika dibawahnya ada ruang kosong (ruang udara) akibat aplikasi perekat keramik atau semen yang tidak merata.
    3.    Keramik gumpil akibat kejatuhan benda tajam seperti linggis. Benda seperti ini agar dihindarkan. Setelah selesai, pemasangan keramik sebaiknya segera diproteksi dengan lembaran karton tebal atau triplek untuk melindunginya semasa masih dalam tahap konstruksi.

T?

Apabila terjadi retak (setelah beberapa waktu keramik terpasang) pada permukaan keramik, apa yang perlu diperhatikan?

J.

    1.    Coba diperhatikan pola retakan di keramiknya, karena penyebabnya bisa bermacam-macam. Kerusakan pada keramik dapat terjadi karena pergerakan struktur, kontruksi, maupun keramiknya sendiri.
    2.    Apabila retakan pada keramik memanjang dan bersifat menerus pada beberapa keping keramik maka bisa terjadi akibat pergerakan struktur bangunan (muai susut struktur bangunan, gempa, getaran, dan lain lain) dimana tegangan/tarikan yang terjadi pada bangunan melampaui kekuatan normal keramik sehingga keramik pecah atau retak.
    3.    Dinding maupun lantai yang terlalu luas atau lebar juga memiliki muai/susut cukup besar yang mengakibatkan stress/tegangan pada keramik dan akibatnya menjadi retak/pecah. Hal ini dapat diantisipasi dengan menerapkan dilatasi dan atau memberikan expansion joint pada konstruksi bangunan.
    4.    Penggunaan semen yang berlebihan pada saat pemasangan keramik (jenuh semen) sehingga pada saat setting, dapat mengakibatkan adukan semen menimbulkan tegangan pada keramik yang melampaui batas keramik normal sehingga keramik menjadi retak. Lakukanlah pencampuran semen pasir yang normal sesuai dengan anjuran produsennya untuk pemasangan keramik. Dapat juga menggunakan lem keramik (adhesive) yang sesuai.

T?

Supaya keramik tidak lepas dari lapisan dasarnya?

J.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar keramik tidak lepas dari lapisan dasarnya :
    1.    Jika menggunakan keramik dengan daya serap air diatas 3% (biasanya keramik dinding), terlebih dahulu perlu direndam dengan air. Sedangkan ada pula keramik dengan teknologi tertentu tidak perlu direndam (karena daya serapnya sangat rendah). Lalu gunakan mutu/campuran lapisan dasar yang baik kepada keramik dengan penggunaan semen yang pas dalam adukan. Dan hindari pemasangan keramik yang kurang baik (jangan biarkan ada rongga) atau adhesive yang tidak rata dan tidak sesuai dengan material keramiknya.
    2.    Perlu dipertimbangkan bahwa beton terutama yang bertulang akan mengalami deformasi sampai beberapa tahun, sebesar 0.25 sampai 0.5% sedangkan keramiknya sendiri tidak dapat ditekan agar mengecil/tidak compressible. Oleh karena itu, pemasangan keramik sebaiknya dilakukan terakhir selain menunggu stabilnya struktur, juga untuk menghindari rusaknya kermik karena pekerjaan-pekerjaan lain yang belum selesai. Apabila keramik ini terjadi dalam waktu yang cukup lama setelah pemasangan keramik (biasanya 3 bulan sampai 3 tahun kemudian), maka hal ini bukan disebabkan oleh keramiknya,melainkan karena deformasi lantai.
    3.    Masalah keramik lepas yang disebabkan karena muainya keramik karena menyerap air biasanya terjadi dalam waktu yang tidak lama setelah keramik terpasang, kecuali bila lantai tersebut menerima panas yang berlebihan. Oleh karena itu pemasangan keramik pada lantai yang cukup luas harus diberi expansion joint.

T?

Ada banyak pilihan finishing untuk penutup lantai. Mengapa sebaiknya menggunakan keramik?

J.

Tentu ada banyak pilihan untuk penutup lantai seperti karpet, parket vinyl, keramik, batu alam, dan lain-lain. Dan keramik merupakan bahan yang diproses di pabrik dengan tekanan tinggi serta pembakaran temperatur tinggi. Hasilnya adalah finishing bangunan memiliki kekuatan tinggi, sehingga cocok untuk dipasang di lantai bangunan yang selalu menerima beban terus menerus (lalu lintas manusia, perabotan dan lain-lain). Keramik relatif mudah dipasang dan tidak perlu lagi dilapisi ulang (coating) seperti batu alam yang biasanya berpori-pori. Keramik mudah dibersihkan dibandingkan bahan finishing lainnya dan tidak menampung debu atau kotoran mikro yang biasanya dapat memicu masalah kesehatan (seperti asthma, gangguan pernafasan, alergi, dan lain-lain). Keramik tahan api sehingga cocok untuk area-area yang rawan api atau panas, seperti dapur. Keramik juga tahan air dan kelembaban, sehingga sesuai untuk keperluan finishing di area kamar mandi, tempat cuci, teras, balkon, garasi, taman, dan lain-lain). Keramik awet dan tahan lama dipakai sampai bertahun-tahun, yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah cara pemasangan yang benar. Dengan perkembangan teknologi di industri keramik, keramik juga telah tersedia dalam ribuan jenis desain, warna, tekstur, ukuran dan lain-lain, sehingga memberikan pilihan yang banyak sesuai selera konsumen. Dengan perkembangan teknologi tersebut, keramik juga tersedia dengan harga yang semakin terjangkau oleh konsumen masyarakat banyak untuk kebutuhan estetika dan fungsional rumah masyarakat banyak.

T?

Penyebab dan cara mengatasi keramik gelembung/popping?

J.

Apakah Anda pernah mengalami lantai keramik yang menggelembung? retak? atau bahkan sampai pecah? Pernah atau tidaknya Anda mengalami semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan ini.
Masalah ini dapat menyebabkan lantai keramik tersebut tidak lagi terlihat indah dipandang mata, yang lebih parah lagi bagian retakan yang menonjol dapat melukai kaki yang menginjaknya.
Sebagian besar masyarakat awam selalu bertanya-tanya apa penyebab terjadinya lantai keramik yang menggelembung bahkan sampai retak dan juga pecah?. Memang banyak penyebab mengapa lantai keramik menggelembung lalu pecah ataupun retak, bahkan pada saat terjadi keretakan dapat menimbulkan suara keras seakan-akan meledak. Berikut beberapa penyebab terjadinya keramik yang menggelembung :

Penyebab keramik menggelembung:
    1.    Semen sebagai perekat keramik tak dapat berfungsi dengan baik. Bisa jadi karena kualitas adukan semen dan pasir tersebut memang kurang bagus atau tidak seimbang perbandingannya hingga tak dapat mereka pada permukaan semen dan permukaan lantai kerja (permukaan dasar sebelum lantai rumah dilapisi keramik).
    2.    Pada saat sebelum pemasangan, keramik tidak direndam terlebih dahulu di dalam air dulu selama kurang lebih 1 jam agar nantinya semen dapat dengan mudah melekat pada keramik tersebut. Memang sebagian keramik dengan kualitas yang bagus tidak perlu melalui proses ini.
    3.    Lantai keramik tersebut memikul beban yang berlebih. Biasanya terjadi pada ruangan yang difungsikan sebagai gudang, bengkel dan lain-lain.
    4.    Bagian nat tidak seluruhnya terisi oleh semen. Nat ini adalah pertemuan atau sambungan antara satu keramik dengan keramik yang lainnya. Biasanya tukang yang memasang keramik tersebut, setelah keramik yang sudah dipasang dalam keadaan setengah kering akan mengisi nat tersebut dengan semen yang dicampur air (adukan semen-air ini lebih encer jika dibandingkan dengan adukan semen-air untuk keperluan lain). Mungkin karena pengerjaan yang sembrono, terburu-buru ataupun karena memang kurang berpengalaman, maka nat ini tidak sepenuhnya terisi oleh semen.
    5.    Pada bagian bawah keramik tersebut kondisinya terlalu basah, lembap serta berjamur. Mungkin saja terdapat rongga yang terisi oleh air di bawahnya. karena lapisan semen di bawah keramik yang tidak rata oleh tukang yang tidak berpengalaman.
    6.    Karena permukaan tanah di bawah keramik tersebut memang turun. Biasanya terjadi pada daerah yang memang kondisi tanahnya labil atau bisa jadi pada daerah tersebut pernah terjadi bencana alam seperti gempa.
    7.    Lantai keramik tersebut pernah terkena banjir, dan mengakibatkan tanah dan lapisan semen di bawahnya menjadi turun.
    8.    Pemuaian karena kondisi cuaca yang berubah dari cuaca dingin ke cuaca panas. Pada keramik kualitas buruk, memang tidak tahan terhadap kondisi ini dan akan lebih mudah untuk retak, menggelembung ataupun pecah.

Cara mengatasi keramik menggelembung:
    1.    Angkat keramik: Segera angkat keramik yang retak, pengangkatan bisa Anda lakukan dengan memotong nat menggunakan gerinda.
    2.    Lubangi keramik: Pada bagian bawah keramik yang retak tadi, buatlah lubang atau lubangi sedalam 10-15 cm.
    3.    Isi dengan kerikil: Pada bagian yang telah dilubangi tadi, isilah dengan kerikil kecil atau kerikil-kerikil halus.
    4.    Tutup kembali lubang: Tutup lagi lubang tadi pada bagian atasnya, dan biarkan lubang tadi berongga.
    5.    Pasang kembali keramik: Pada bagian atas siap untuk dipasang kembali keramik seperti semula. Dalam proses pemasangan dianjurkan untuk tidak banyak membobok pada pemasangan ini. dan usahakan saat pemasangan menggunakan lem keramik atau semen instan.